"Motto Aku"

KUNCI UNTUK MENGUASAI BIDANG SENI ADALAH NIAT, USAHA, DAN KESERIUSAN. JUST BE CONFIDENT!
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

WARNA PADA DESAIN GRAFIS

Warna adalah poin penting didalam dunia desain grafis. Karena masing-masing warna mempunyai makna tersendiri. Bahkan kita tidak menyadari betapa pentingnya warna dalam hidup ini. Seringkali kita melupakan dalam mendesain warna sangat berperan penting. Kata orang mempelajari teori warna dapat membantu atau memicu meningkatkan kreasi kita dalam mendesain. Dalam bekerja warna seakan menjadi suatu keharusan alias mutlak untuk ditolak.

BERIKUT POIN PENTING DALAM WARNA PADA DESAIN GRAFIS


1. COLOUR WHELL (RODA WARNA)


Colour Wheel merupakan teori dasar warna yang digambarkan dalam bentuk lingkaran (roda). Terdiri dari tiga warna merah, biru, dan kuning.


MERAH

Warna merah adalah lambang kekuatan. Kebanyakan orang-orang menggaanggap warna merah adalah lambang cinta. Merah sendiri mempunyai arti kehangatan.

Respon Psikologi : Kekuatan, Kehangatan, dan Bahaya.


BIRU

Warna biru adalah lambang kejujuran.Warna ini juga memperluas majinasi dan memperlancar komunikasi antar sesama. Karna sifatnya yang nyaman dan bisa melancarkan komunikasi. Biru juga sering dikaitkan dapat menghapus stress dan menenangkan suasana hati, biru juga dapat menghilangkan rasa sakit.

Respon Psikologi : Kepercayaan, Konservatif, Keamanan, dan Keteraturan.


KUNING

Warna Kuning adalah lambang Pengetahuan. Sifatnya yang "mencolok" sangat identik sekali dengan hal-hal kemulian dan kesejahteraan. Kuning diasosiasikan sebagai MATAHARI sehingga dapat diartikan, bahwa kuning begitu hangat dan indah.

Respon Psikologi : Optimis, Harpan, Pengkhianatan, dan Ketidakjujuran


Selanjutnya, kombinasi dari tiga warna dasar ini melahirkan warna jingga, ungu dan hijau.


JINGGA

Warna Jingga cocok digunakan dalam berkomunikasi, kreativitas, ambisi dan rasa humor. Selain ituh warna jingga memberikan rasa kegembiraan. namun jika berlebihan malah menimbulkan rasa tidak bertanggung jawab, rasa resah, dan gelisah.
Respon Psikologi : Energi, Keseimbangan, Kehangatan.

UNGU

Warna Ungu mempunyai efek tenang dan menyejukan. Seringkali dikaitkan dengan kesan yang berhubungan tentang wawasan yang luas, martabat, kehormatan, intuisi, dan sejahtera bahakan kesan anggun. Pengaruh warna ini dapat menginspirasikan pikiran dan membuat hati lebih tenang. karena sifatnya yang tenang dan menyejukkan. Warna ungu sangat cocok bagi anda yang sedang menjalani program diet karena mampu mengurangi rasa lapar. Warna ungu juga cocok untuk mengontrol rasa marah dan bisa meringankan suasana hati.
Respon Psikologi : Spiritual, Misteri, Kebangsawanan, Transformasi, Kekasaran, Keangkuhan.

Kombinasi antara warna sekunder dengan warna dasar (primer) melahirkan warna-warna lainnya berupa warna tersier. Warna tersier terdiri dari : kuning-jingga, kuning-hijau, biru-hijau, biru-ungu, merah-ungu, dan merah-jingga.
Akhirnya warna-warna tersebut kemudian digambarkan berupa sebuah lingkaran warna yang kita kenal sekarang dengan istilah Color Whell.

Beberapa aturan dasar terkait colour wheel :
a. Monochromatic Colour
Monochromatic Colour merupakan perpaduan beberapa warna yang bersumber dari satu warna dengan nilai dan intensitas yang berbeda. Misal : hijau jika dikombinasikan dengan warna hijau dengan nilai dan intensitas yang berbeda akan menciptakan suatu perpaduan yang harmonis dan menciptakan kesatuan yang utuh pada desain.
b. Warna Analog
Warna Analog merupakan kombinasi dari warna-warna terdekat. Misal : warna merah akan serasi dengan warna jingga, dan jingga akan terlihat harmonis dengan warna kuning. Begitu juga jka kuning dipadukan dengan hijau atau biru jika dipadukan dengan warna ungu, dan ungu jika dikombinasikan dengan pink.
c. Warna Pelengkap
Beberapa desain butuh sebuah nilai kontras yang cukup untuk menarik perhatian lebih dari pembaca visual. Saat itulah kita menggunakan kombinasi dari warna-warna pelengkap. Misal : biru dan jingga, merah dan hijau.
d. Warna Triad
Teori roda warna diatas menjelaskan bagaimana warna-warna dasar melahirkan berbagai warna baru disekitarnya. Cukup ampuh jika kita ingin bermain dengan variasi warna-warna yang berbeda. Ada banyak sekali kombinasi warna selain warna dasar untuk membuat sebuah desain tampak unik dan berbeda dari biasanya. Misal : Peleburan warna kuning dan jingga, jingga dan merah, merah dan pink, pink dan biru, dan seterusnya.

2. RUANG DAN WARNA

Warna dapat dipengaruhi ruang dan bentuk, sekaligus juga mempengaruhi kesan yang disampaikan pada warna. Misalnya : coba berikan warna yang sama pada dua buah bentuk yang berbeda (lingkaran dan garis). Pada lingkaran, warna akan terlihat lebih terang sedangkan pada garis akan terlihat lebih gelap. Hal ini disebabkan besar ruang pada lingkaran lebih luas daripada garis, sehingga mata menangkap sebuah ruang luas dengan asumsi terang, meskipun warna yang diberikan adalah warna yang sama. Ini adalah respon naluriah pada mata dalam menyikapi suatu kesan pada sebuah visual.

3. KONTRAS WARNA
Kontras pada warna dapat dipengaruhi oleh warna lain disekitarnya. Teorinya sangat sederhana : Kontras = Gelap VS Terang. Misalnya : letakkan sebuah persegi bewarna kuning diatas background bewarna hitam, maka nilai kontras akana meningkat dan pesergi bewarna kuning akan dengan mudah terlihat. Sebaliknya, ganti background dengan warna putih, maka nilai kontras akan menurun dan persegi akan sulit untuk dilihat.

4. PSIKOLOGI WARNA
Warna dapat mewakili karakter dan perasaan-perasaan tertentu. Misal, merah memberi kesan agresif, gairah, panas dan cepat. Hitam memberi kesan misteri, kelam, dan canggih. Dengan mempelajari psikologi warna, kita dapat meyesuaikan desain dengan target yang dituju, komunikasi visual yang efektif, dan membangun suatu keutuhan mempelajari psikologi warna, kita dapat meyesuaikan desain dengan target yang dituju, komunikasi visual yang efektif, dan membangun suatu kesatuan rasa kepada pembaca visual.

5. BIDANG WARNA
Garis Outline pada sebuah bidang berfungsi sebagai pembatas warna agar tidak terlihat menyebar keselilingnya. Semakin tipis garis outline yang diberikan, maka semakin tersebar warna ke area luar bidang. Sebaliknya, semakin tebal outline, maka akan semakin tegas warna yang terdapat pada suatu bidang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar