Untuk meningkatkan keterampilan anda dalam fotografi landscape.
Anda harus mengetahui tips agar mendapatkan foto pemandangan yang menakjubkan.
1. Shoot sekitar 30 menit sebelum dan setelah matahari terbenam.
Ketika matahari terbenam adalah hal yang paling tepat untuk mengambil gambar. Tetapi jika anda melakukannya disaat matahari terbenam dalam keadaan 90 derajat. Dengan matahari terbenam tepat dibelakang anda. Maka munculah cahaya berupa warna halus di dalam foto anda.
2. Shoot sekitar 30 menit sebelum dan setelah matahari terbit.
Seperti halnya sebelum dan sesudah matahari terbenam, menembak sebelum dan setelah matahari terbit menyebabkan banyak detail dan tone untuk dilihat. Pencahayaan ini menghindari yang overexposed, yang terjadi berkali-kali saat pengambilan gambar di tengah hari dengan cahaya yang terlalu banyak. Untuk potret, Anda bisa mengambil di bawah naungan cahaya halus bahkan selama tengah hari, tetapi dengan pemandangan alam, Anda tidak dapat menempatkan seluruh landscape ke tempat teduh. Anda harus bergantung pada cuaca untuk itu. Anda bisa menembak sedikit lebih lama setelah matahari terbit jika ada beberapa cakupan awan sedikit, tetapi biasanya satu atau dua jam setelah matahari terbit dan itu sudah benar-benar cerah.
3. Memiliki foreground, middleground, dan background.
Ini adalah bagian dari aturan pertiga, yang saya cover di ujung berikutnya. Pastikan Anda memiliki tiga unsur dalam landscape diambil untuk membuatnya lebih estetis. Sebagai contoh, jika ada beberapa burung camar berjalan di pantai sepanjang pantai, yang dapat foreground, sedangkan middleground akan menerjang ombak dan bagian dari laut, dan laut jauh dan cakrawala akan menjadi background.
4. Gunakan aturan pertiga.
Aturan pertiga berlaku untuk fotografi landscape juga. Bayangkan menarik keluar desain tic-tac-toe, dengan dua garis yang berjalan secara vertikal dan dua horizontal. Pesawat dibagi menjadi tiga bagian yang sama. Cobalah untuk menempatkan subjek di mana garis-garis ini bertemu, misalnya, ke atas kanan kiri atau kanan atas atau kiri atau bawah bawah.
5. Gunakan aperture kecil.
Untuk memasukkan sebanyak mungkin pemandangan, gunakan kedalaman panjang lapangan. Menggunakan aperture lebih tertutup membuat kedalaman lapangan lebih lama (dan f-stop menetapkan jumlah yang lebih tinggi). Hal ini memungkinkan untuk hal-hal yang lebih menjadi sorotan. Sementara mengaburkan latar belakang ini kadang-kadang lebih disukai, dengan foto landscape, kita sering ingin memiliki banyak elemen dalam fokus.
6. Jangan menaruh cakrawala di tengah shoot.
Tip ini berkaitan erat dengan aturan pertiga tip: jangan memasukkan subjek (subjek menjadi cakrawala dalam contoh ini) di tengah tembakan. Sementara banyak fotografer awal mungkin cenderung untuk membagi foto menjadi dua, memiliki cakrawala kedelapan kelima atau atas atas ketiga, atau bahkan atas, jauh lebih baik, seperti memiliki cakrawala di dasar ketiga, kelima, atau delapan. Hal ini memungkinkan kita untuk fokus pada baik langit atau laut atau bumi jadi kita memiliki semacam fokus.
7. Jika matahari keras, melepaskan diri dari untuk mendapatkan langit biru.
Shooting dekat tempat matahari adalah menyebabkan daerah yang akan terlihat seperti blown out.
8. Finnaly, ke level horizon
Yang satu ini mungkin tampak jelas, dan meskipun ada kalanya horizon mungkin diperlukan. Lebih baik mengakomodasikan komposisi subjek, menjaga tingkat horizon untuk mendapatkan hasil yang baik.
silahkan dicoba
8 Tips Mengambil Foto Landscape dengan Garis Horizon
3 Kesalahan Fatal dalam Desain Cetak
Beberapa dari kita mungkin pernah mengalami hal ini ketika mendesain sesuatu untuk kemudian dicetak. Di layar komputer desain tampak menawan, tetapi jadi “berantakan” saat berpindah ke kertas. Ada beberapa kesalahan umum yang banyak desainer tanpa sadar melakukannya ketika berhadapan dengan dunia cetak.
Jonathan Cutrell dari Fuel Your Creativity dalam artikelnya, “3 Deadly Sins of Print Design,” memaparkan tiga di antara kesalahan-kesalahan itu yang menurutnya fatal.
1. Mendesain dalam mode RGB
Gradien warna CMYK (atas) dan RGB (bawah).
Mesti diingat bahwa printer memiliki “mata.” Printer menerjemahkan data yang dikirim dari suatu aplikasi atau peranti. Output aplikasi atau peranti itu memiliki bahasa tertentu yang disebut ruang warna (color space). Printer menerjemahkannya, kemudian mencetak. Jadi misalkan komputer dan Photoshop berbahasa Inggris sedangkan printer berbahasa Indonesia. Inilah yang terjadi: printer menyimak, mendengar bahasa Inggris, dan berupaya sebaik mungkin untuk menerjemahkannya. Meski, katakanlah, si printer pernah mengambil kursus bahasa Inggris, tetap saja tidak setiap kata dalam dictionary dipahaminya.
Untungnya, ternyata cukup mudah mengatasi hal tersebut. Pada kotak dialog pembuatan dokumen (proyek desain) baru dalam Photoshop dan Illustrator terdapat pilihan mode warna RGB atau CMYK. Pilih mode CMYK jika desain yang akan dibuat ditujukan untuk memasuki dunia cetak.
Seting Photoshop untuk desain cetak.
Tentang ruang warna, berikut ini sedikit ulasan yang tidak terlampau detail.
RGB merujuk kepada dua gamut warna berbeda (sRGB dan Adobe RGB). Keduanya didasarkan pada pemodelan cahaya untuk menghasilkan beragam warna. Merah, hijau, dan biru secara teori bisa disalingcampurkan untuk mencipta sembarang warna cahaya, dan campuran 100% ketiganya menghasilkan putih. “Kanvas blank” alami dalam RGB adalah hitam (ketiadaan cahaya).
Di sisi lain, CMYK didasarkan pada pencampuran empat warna: cyan, magenta, kuning, dan “kunci” (key, istilah lama percetakan untuk hitam), untuk secara teori menghasilkan sembarang warna. Kanvas blank alami pada CMYK adalah kertas.
Sayangnya, terdapat warna-warna dalam gamut RGB yang tidak dapat dibuat dalam gamut CMYK, khususnya warna-warna terang, terutama dalam area cyan. Inilah yang menimbulkan masalah. Sederhananya, memakai pemisalan tadi, RGB menguasai bahasa Inggris dengan lebih baik daripada CMYK.
Sangat banyak literatur, baik online maupun cetak, yang membahas perihal manajemen warna ini.
2. Lupa Memakai Hitam Kaya
Jika ada kesalahan yang tak termaafkan, barangkali inilah dia. Sekali lagi, dibutuhkan sedikit pemahaman tentang CMYK. Printer memakai info CMYK yang diterimanya dan menaruh tinta berdasarkan info tersebut. Nilai CMYK mengacu pada empat angka antara 1 dan 100 yang menunjukkan jumlah tiap warna yang dicampurkan untuk memperoleh warna yang diinginkan. Kalau begitu, K=100 berarti hitam, bukan?
K=100 menghasilkan abu-abu gelap, sama sekali bukan hitam.
Solusinya adalah dengan menggunakan hitam kaya (rich black). Hitam kaya mencampurkan C, M, dan/atau Y untuk mempergelap K 100%. Ada banyak pendapat berbeda mengenai “campuran” terbaik, tetapi pada dasarnya terbagi dua: hangat (warm) dan sejuk (cool). Yang umum diterima adalah C=70 M=50 Y=30 (dikenal sebagai “hitam desainer”), C=60 M=40 Y=40 (hitam sejuk), dan C=40 M=60 Y=40 (hitam hangat). Ketiga nilai CMY tersebut digabungkan dengan K=100.
Sebagian orang berpendapat bahwa nilai C=40 dan K=100 sudah cukup. Intinya adalah menambahkan sesuatu kepada hitam agar tampak benar-benar hitam.
Namun perlu diingat, jangan memakai hitam kaya untuk teks berukuran kecil. Masalah registrasi (salah satu tinta CMYK tercetak sedikit melenceng dari tempat semestinya) bisa membuat teks tidak terbaca. Biasanya, menggunakan hanya K=100 untuk teks hitam membuatnya cukup terbaca.
Trik lainnya: jika teks cukup besar sehingga kita ingin memakai hitam kaya tetapi masih cukup kecil sehingga memungkinkan timbul masalah registrasi, berikan outline K=100 sekira 0,5 atau 1 pt pada teks. Ini bisa mengatasi masalah registrasi. Outline tersebut mesti di bagian dalam teks dan menggantikan area asli yang ditutupinya, sehingga teks tidak tampil secara keliru.
3. Menggunakan Resolusi Yang Salah
Citra beresolusi rendah mengalami pikselasi baik pada layar maupun pada cetakan (atas); menggunakan citra beresolusi tinggi menjamin kejelasan/ketajaman (bawah).
Memakai resolusi yang tidak tepat bisa merusak hasil akhir desain. Penting untuk dipastikan bentuk akhir kerjaan yang dibuat sehingga kita bisa mendesain pada resolusi yang tepat. kebanyakan printer mencetak pada sekira 300 dpi (dot per inci), beberapa bahkan mampu mencetak pada 600 dpi atau lebih. Resolusi monitor adalah 72 ppi (piksel per inci) dan merupakan seting default mode RGB pada Photoshop dan Illustrator.
Apa beda antara dpi dan ppi? Sederhananya, piksel adalah persegi dan dot adalah titik (lingkaran). Piksel dan dot masing-masing mewakili satu warna. Semakin banyak jumlah piksel atau dot per inci, semakin rinci dan akurat suatu citra. Adalah penting untuk mendesain pada 300 ppi sehingga ketika dicetak pada printer 300 dpi, setiap piksel “diterjemahkan” sebagai satu dot. Tidak jadi masalah untuk mendesain pada ppi yang lebih tinggi daripada dpi printer, tapi hati-hati jangan sampai mendesain pada kurang dari 300 ppi.
Kecuali kita mendesain sesuatu berukuran sangat besar, angka ajaib untuk desain cetak adalah 300 dpi. Secara umum, apa pun yang bisa digenggam tangan mesti didesain pada 300 dpi atau lebih. Terutama penting untuk diingat bahwa meski kita bisa menurunkan dpi tanpa masalah, kita tidak dapat menaikkannya tanpa kehilangan kualitas (pada desain berbasis raster). Jadi, selama prosesor komputer kita mendukung, jalan terbaik adalah bekerja pada 300 dpi atau pada resolusi maksimum printer.
Selain itu, berdasarkan ukuran-jadi tertentu, kita juga mesti mendesain pada resolusi perspektif. Misal, sebuah reklame jika dilihat dari jalan akan tampak berukuran beberapa inci saja, sehingga dpi-nya bisa lebih rendah (biasanya sekira 18-20 dpi).
Ada lebih banyak lagi kesalahan yang bisa terjadi dalam desain cetak, namun tiga di ataslah yang paling sering berakibat fatal.
Tip terakhir: untuk menghindarkan terjadinya kesalahan, SELALU lakukan proof terhadap cetakan, meski hal itu akan sedikit menambah ongkos.
Catatan: Jangan lupa untuk membaca artikel asalnya.
http://anylearning.blogspot.com/
ACID HOUSE
Pengikut gaya ini memajang logo-logo "Smiley", meneriakan slogan "A-C-E-E-D", serta berusaha mengembalikan nilai-nilai "cinta dan perdamaian" yang dipromosikan pada akhir era 60-an.
Pada 1991 istilah Acid House sangat akrab dengan generasi muda dan repertoir musikalnya meluas hingga mencakup Techno. Lalu seiringnya berjalannya waktu gerakan ini dikembangkan menjadi kultur Dancefloor dengan ideologi dan grafisnya sendiri yang dipengaruhi oleh Graffiti dan Neo-Fauvisme, serta jaringan klub-klub yang sedang berkembang, stasiun-stasiun radio pembajak, label-lebel rekaman, dan para penjual pakaian serta aksesories.
Acid House menemukan kembali hentakan Hippies era 60-an melalui istilah-istilahnya sendiri via berbagai klub dan bukan melalui album-album, menggunakan para pengelola klub yang sekaligus DJ, para produser dan pribadi-pribadi, sebagai lawan terhadap unit-unit band tradisional.
Acid House adalah gerakan dengan sebuah ide. Satu-satunya pencapaiannya adalah untuk membangkitkan kepuasan diri dari hedonisme era 60-an.
WARNA PADA DESAIN GRAFIS
1. COLOUR WHELL (RODA WARNA)
Colour Wheel merupakan teori dasar warna yang digambarkan dalam bentuk lingkaran (roda). Terdiri dari tiga warna merah, biru, dan kuning.
MERAH
Warna merah adalah lambang kekuatan. Kebanyakan orang-orang menggaanggap warna merah adalah lambang cinta. Merah sendiri mempunyai arti kehangatan.
Respon Psikologi : Kekuatan, Kehangatan, dan Bahaya.
BIRU
Warna biru adalah lambang kejujuran.Warna ini juga memperluas majinasi dan memperlancar komunikasi antar sesama. Karna sifatnya yang nyaman dan bisa melancarkan komunikasi. Biru juga sering dikaitkan dapat menghapus stress dan menenangkan suasana hati, biru juga dapat menghilangkan rasa sakit.
Respon Psikologi : Kepercayaan, Konservatif, Keamanan, dan Keteraturan.
KUNING
Warna Kuning adalah lambang Pengetahuan. Sifatnya yang "mencolok" sangat identik sekali dengan hal-hal kemulian dan kesejahteraan. Kuning diasosiasikan sebagai MATAHARI sehingga dapat diartikan, bahwa kuning begitu hangat dan indah.
Respon Psikologi : Optimis, Harpan, Pengkhianatan, dan Ketidakjujuran
Selanjutnya, kombinasi dari tiga warna dasar ini melahirkan warna jingga, ungu dan hijau.
JINGGA
Warna Jingga cocok digunakan dalam berkomunikasi, kreativitas, ambisi dan rasa humor. Selain ituh warna jingga memberikan rasa kegembiraan. namun jika berlebihan malah menimbulkan rasa tidak bertanggung jawab, rasa resah, dan gelisah.
Respon Psikologi : Energi, Keseimbangan, Kehangatan.
UNGU
Warna Ungu mempunyai efek tenang dan menyejukan. Seringkali dikaitkan dengan kesan yang berhubungan tentang wawasan yang luas, martabat, kehormatan, intuisi, dan sejahtera bahakan kesan anggun. Pengaruh warna ini dapat menginspirasikan pikiran dan membuat hati lebih tenang. karena sifatnya yang tenang dan menyejukkan. Warna ungu sangat cocok bagi anda yang sedang menjalani program diet karena mampu mengurangi rasa lapar. Warna ungu juga cocok untuk mengontrol rasa marah dan bisa meringankan suasana hati.
Respon Psikologi : Spiritual, Misteri, Kebangsawanan, Transformasi, Kekasaran, Keangkuhan.
Kombinasi antara warna sekunder dengan warna dasar (primer) melahirkan warna-warna lainnya berupa warna tersier. Warna tersier terdiri dari : kuning-jingga, kuning-hijau, biru-hijau, biru-ungu, merah-ungu, dan merah-jingga.
Akhirnya warna-warna tersebut kemudian digambarkan berupa sebuah lingkaran warna yang kita kenal sekarang dengan istilah Color Whell.
Beberapa aturan dasar terkait colour wheel :
2. RUANG DAN WARNA
Warna dapat dipengaruhi ruang dan bentuk, sekaligus juga mempengaruhi kesan yang disampaikan pada warna. Misalnya : coba berikan warna yang sama pada dua buah bentuk yang berbeda (lingkaran dan garis). Pada lingkaran, warna akan terlihat lebih terang sedangkan pada garis akan terlihat lebih gelap. Hal ini disebabkan besar ruang pada lingkaran lebih luas daripada garis, sehingga mata menangkap sebuah ruang luas dengan asumsi terang, meskipun warna yang diberikan adalah warna yang sama. Ini adalah respon naluriah pada mata dalam menyikapi suatu kesan pada sebuah visual.
3. KONTRAS WARNA
Kontras pada warna dapat dipengaruhi oleh warna lain disekitarnya. Teorinya sangat sederhana : Kontras = Gelap VS Terang. Misalnya : letakkan sebuah persegi bewarna kuning diatas background bewarna hitam, maka nilai kontras akana meningkat dan pesergi bewarna kuning akan dengan mudah terlihat. Sebaliknya, ganti background dengan warna putih, maka nilai kontras akan menurun dan persegi akan sulit untuk dilihat.
4. PSIKOLOGI WARNA
Warna dapat mewakili karakter dan perasaan-perasaan tertentu. Misal, merah memberi kesan agresif, gairah, panas dan cepat. Hitam memberi kesan misteri, kelam, dan canggih. Dengan mempelajari psikologi warna, kita dapat meyesuaikan desain dengan target yang dituju, komunikasi visual yang efektif, dan membangun suatu keutuhan mempelajari psikologi warna, kita dapat meyesuaikan desain dengan target yang dituju, komunikasi visual yang efektif, dan membangun suatu kesatuan rasa kepada pembaca visual.
5. BIDANG WARNA
Garis Outline pada sebuah bidang berfungsi sebagai pembatas warna agar tidak terlihat menyebar keselilingnya. Semakin tipis garis outline yang diberikan, maka semakin tersebar warna ke area luar bidang. Sebaliknya, semakin tebal outline, maka akan semakin tegas warna yang terdapat pada suatu bidang.
Pelajaran untuk Belajar dari Bencana Gap Rebranding
1. Jangan meremehkan kesadaran publik desain
Seperti Jim Edwards mengatakan dalam Bnet, "Abad ke-21 telah benar-benar dilucuti misteri dari desain dan iklan. Sebagian besar konsumen memiliki perangkat lunak yang lebih baik pada laptop mereka saat ini daripada desainer profesional telah di desktop mereka 20 tahun yang lalu "Bagaimana Gap mendapatkan salah.? Kebanyakan orang dengan komputer mungkin bisa menciptakan kotak biru lulus hanya dalam beberapa menit. Logo Anda perlu sesuatu yang lebih kompleks daripada apa yang anak-anak bisa melakukan sendiri.
2. Ketika rebranding, pastikan itu efek seluruh merek dan bukan hanya logo
Anda dapat membuat logo sebagai modern dan mencolok seperti yang Anda inginkan. Jika produk tetap sama seperti biasa, konsumen Anda tidak akan peduli bahwa ia datang dalam kemasan yang berbeda. Demikian pula, jangan mengubah citra hanya karena Anda berpikir waktu itu atau bahwa gambar harus segar. Dari dalam perusahaan, Anda tidak dapat melihat dengan jelas pendapat luar. Jangan main-main dengan sesuatu yang bekerja dengan baik.
3. Ironisnya, redesign dapat menunjukkan seberapa banyak Anda memiliki loyalitas pelanggan
AOL menciptakan sebuah logo baru dan kebanyakan orang bahkan tidak menyadari. Kemungkinan besar tidak ada yang memberi logo Gap banyak pemikiran kemarin, tapi hari ini masih segar dalam pikiran orang. Dan protes keras terhadap batang logo baru sebagian dari orang-orang yang masih menghargai tradisi desain asli Gap.
TYPES OF PHOTOGRAPHY
YOU MUST HAVE A
- GOOD PASSION
- HIGH TECH
- PICK YOUR TYPE
- SENSE OR ART
- AND SOLID TEAMWORK
ARTS LAB
Prakata Slang (Bahasa Gaul)
Perubahan kata atau bentuk pesan yang linguistik tanpa mengubah isinya itu tersebut menciptakan penyem-bunyian atau kejenakaan lalu dibuat menjadi suatu bahasa atau istilah.
Di Indonesia kata slang dikaitkan dengan sebuah bahasa prokem / okem. Bahasa ini dipakai oleh para remaja atau kultus underground. Dimana bahasa ini dianggap sebagai sarana komunikasi untuk menyampaikan hal-hal yang dianggap rahasia dan tertutup.
Kehadiran bahasa ini berkembang sendiri dengan fungsi dan keperluannya masing-masing.








