"Motto Aku"

KUNCI UNTUK MENGUASAI BIDANG SENI ADALAH NIAT, USAHA, DAN KESERIUSAN. JUST BE CONFIDENT!
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

ARTS LAB

Arts Lab adalah sebuah ruangan tanpa tempat duduk yang dibuat pada waktu berbeda untuk kepentingan acara pameran, pemutaran film, tarian, musik, teater sekaligus menjadi dapur dan toko buku. Gerakan seni ini dimulai sebagai bentuk penyatuan ide–ide yang latarnya melibatkan kolaborasi alam. Kemudian kegiatan–kegiatan itu di potret menjadi rekaman perjalanan.  Mereka adalah kalangan seniman yang mengedepankan gagasan kemudian menjadikannya suatu bentuk karya.

Arts Lab merupakan fenomena dari era akhir 60-an. Arts Lab lahir dari kecenderungan acara-acara mixed-media, aktivitas sebuah kelompok, akses yang terbuka dan partisipasi penonton. Oleh Jim Haynes pada tahun 1967, Arts Lab yang orisinil dikembangkan di Drury Lane tepatnya di Convent Garden, London. Kemudian di tutup pada tahun 1969.  Seni adalah sebuah proses ekspresi dari kreatifitas manusia berupa bentuk atau simbolisme. Seni mencakup berbagai kegiatan kreasi dan cara berekspresi termasuk musik, seni rupa, seni pertunjukkan, seni tradisonal dan seni kontemporer.  Secara aspek teknis dalam membentuk suatu karya yang indah perubahan pola pikir dalam masyarakat berpengaruh besar terhadap penilaian tentang keindahan. Keindahan itu sendiri mampu menyajikan sesuatu dalam keadaan apa adanya yang dapat mengkomposisikan warna dan ruang. Dalam konteksnya Arts Lab dipandang sebagai konsep dasar sistem sanggar yang sebagai perwujudan masyarakat  ke dalam jaringan global.


Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali. Musik merupakan bunyi yang diterima oleh individu yang berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera. Definisi sejati tentang musik terletak pada: Karya seni bunyi yang memadukan alunan melodi, irama dan hormoni.

Secara umum karya seni dibuat dengan tujuan untuk merangsang pikiran dan emosi. Kegiatan seni ini menjadi pengalaman yang termotivasi. Dimana sebagai salah satu bentuk yang menghargai seni musik, maupun seni rupa. Seni rupa merupakan suatu cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Menciptakan sebuah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika atau keindahan. Seni rupa dibedakan kedalam tiga kategori yaitu, seni rupa murni, kriya dan desain. Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang bertujuan atas kepuasannya sendiri. Sementara kriya dan desain menitikberatkan pada fungsi dan kemudahan produksi. Secara kasar seni rupa dalam terjemahan Bahasa Inggris adalah Fine Art. Namun dalam bahasa Visual Arts, Fine Art menjadi lebih spesifik terhadap penjelasan seni rupa murni dan menggabungkannya dengan kriya dan desain.

Seniman mengekspresikan sesuatu yang membuat para penonton terpancing emosinya dalam batas tertentu. Seni ini mempertontonkan ke pemirsa dengan melibatkan aksi individu atau kelompok ditempat dan waktu yang ditentukan, merupakan bentuk seni pertunjukkan. Biasanya seni pertunjukan melibatkan 4 unsur yaitu, ruang, waktu, tubuh si seniman dan hubungan seniman dengan penonton.

Adapun jenis seni pertunjukkan sebagai berikut :
1.    Seni acrobat,
2.    Komedi / lawak,
3.    Tari,
4.    Pentas musik,
5.    Opera,
6.    Teater, dan
7.    Film.

Kemudian peran penting seni tradisional di dalam ruang lingkup sanggar khususnya di Indonesia mempunyai tradisi yang sebagiannya bisa musnah karena ketidakmauan masyarakat untuk mengikuti tradisi tersebut. Kebutuhan nenek moyang tersebut menjadikan aksi dan tingkah laku yang keluar sangat alamiah. Karena itu seni tradisional merupakan kesenian yang menjadi bagian hidup masyarakat dalam suatu kaum/suku/bangsa tertentu. Sifat seni sebelumnya telah dijelaskan oleh Richard Wollheim sebagai sesuatu yang paling sulit untuk dipahami dari masalah tradisional sampai kebudayaan manusia. Selain itu pemisahan budaya semakin menghilang dan beberapa orang berpendapat sekarang lebih tepat untuk berpikir dalam hal budaya global, bukan budaya daerah.

Relativisme diterima sebagai kebenaran yang tidak dapat dihindari yang menyebabkan periode seni kontemporer dan postmodern dilihat sebagai perubahan bentuk zaman yang dapat dihargai. Seni kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh oleh dampak modernisasi yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang. Kata kontemporer yang berasal dari kata “Co” (bersama) dan “Tempo” (waktu).

Secara awam seni kontemporer dapat diartikan sebagai berikut :
1.    Tidak adanya pemisah antara berbagai seni, atau meleburnya batas-batas antara seni lukis, patung, grafis, kriya, teater, tari, musik, anarki, omong kosong, hingga aksi politik.
2.    Punya gairah dan nafsu "moralistik" yang berkaitan dengan masyarakat sosial dan politik sebagai tesis.
3.    Seni yang cenderung diminati media massa untuk dijadikan komoditas pewacanaan, sebagai aktualitas berita yang fashionable.

Konsep modernisasi telah merambah semua bidang seni ke arah kontemporer ini. Paling menyolok terlihat di bidang tari dan seni lukis. Seni tari tradisional mulai tersisih dari acara-acara televisi dan hanya ada di acara yang bersifat upacara atau seremonial saja.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS